Selasa, 18 Maret 2014

WOOW ! INTERNET TERCEPAT DENGAN MENGGUNAKAN SINAR LASER


Sebuah inovasi besar tengah dikembangkan oleh para peneliti dari California Institute of Technology. Mereka berusaha memanfaatkan cahaya dari sinar laser, dan mencoba menciptakan sambungan internet paling cepat di dunia.
Para peneliti itu mengaku telah menemukan sebuah jenis sinar laser yang mampu melipat gandakan bandwidth dari sambungan internet paling cepat yang ada saat ini. Dengan begitu, kecepatan internet yang mampu dialirkan lewat kabel serat optik akan kalah telak dengan teknologi baru ini.
Memangnya bisa laser digunakan untuk mengaliri internet? Jawabannya bisa.
Di masa sekarang, data lebih mudah dialirkan lewat cahaya ketimbang sinyal listrik. Dalam jaringan dengan backbone kabel tembaga, alur jaringan akan kalah cepat, biasanya jalur ini akan mengalami penurunan kualitas jika jaraknya jauh. Namun, tidak begitu dengan backbone cahaya.
 Hal ini telah dibuktikan oleh Amnon Yariv yang memenangkan National Medal of Science atas temuannya. Dirinya menyatakan bahwa sinar laser ternyata meningkatkan aliran internet empat kali lebih cepat dari backbone yang ada saat ini.kata Yariv dengan channel tunggal yang ada saat ini, dari 40Gbps akan naik atau meningkat menjadi 160Gbps.
Sementara itu, peneliti China sebelumnya telah menemukan terobosan baru dalam hal internet murah. Disebutkan, peneliti tersebut mampu mengalirkan internet tidak lagi dengan Wi-Fi, namun lewat bohlam lampu. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh harian China, Xinhua News. Dituliskan, dengan teknologi yang kemudian dinamakan Li-Fi ini, ternyata sinyal wireless bisa dikirimkan lewat bohlam lampu.
Sebuah lampu LED dengan daya 1 watt disebutkan mampu mengaliri hingga empat komputer dengan internet. Prinsipnya, cahaya LED tersebut menggantikan gelombang radio tradisional untuk mengirimkan data.

Referensi :

Nama           : Sarastiani Ratna Adianti
NIM             : 202133165537796
Nama Dosen : Onno W. Purbo
Prodi             : Human Computer Interaction
Universitas     : Surya University




4 komentar: