Jumat, 10 Januari 2014

Sejarah Internet di Indonesia


Di era globalisasi yang dikenal dengan era tanpa batas ini, sudah tidak asing lagi dengan istilah internet. Hampir semua orang tahu internet dari mulai anak-anak, remaja, orang dewasa hingga kakek nenek yang sudah lanjut usia pun tahu. Selain itu, internet dapat di akses dengan mudah di manapun dan kapanpun, baik di rumah, jalanan, sekolah, toilet dan lain-lain. Tapi sebenarnya internet itu apa sih? Bagaimana sejarah internet di Indonesia ? Nah menurut tata bahasa, internet berasal dari bahasa Yunani yaitu "inter" yang berarti "antara". Sementara menurut situs Wikipedia, internet merupakan singkatan dari interconnction-networking yang merupakan sistem jaringan yang saling terhubung. Internet adalah kumpulan komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dalam sebuah jaringan. Disebut jaringan yang saling terhubung karena internet mengubungkan jaringan tiap-tiap komputer secara global diseluruh dunia menjadi sebuah jaringan komputer yang sangat besar.

Internet merupakan dunia tanpa adanya pernguasa artinya semua orang mempunyai hak yang sama di internet. Karena itu intenet merupakan dunia yang bebas dimasuki tanpa harus terikat dengan  peraturan-peraturan negara tertentu dan tidak dibatasi pula oleh batas-batas wilayah teritorial.

Ada dua peran penting dari intertnet :

·         Sebagai sumber data dan informasi

·         Sebagai sarana pertukaran data dan informasi.

Sementara sejarah internet di Indonesia dimulai pada tahun 1990-an, pada saat itu internet lebih dikenal sebagai paguyuban network dimana semangat kerja, kekeluargaan dan gotong royong masih sangat hangat dan  terasa diantara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana internet Indonesia pada perkembangannya yang kemudian lebih terasa komersial dan individual disebagian aktivitasnya terutama yang melibatkan perdagangan internet. Sejak 1988, ada pengguna awal internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet.

Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protocol internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 14 juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemantra, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Agi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan nama-nama legendaris di awal pembangunan internet di Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengkonstribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun sejarah jaringan komputer di Indonesia.

Berawal dari teknologi radio paket 1200bps, ITB mengalami perkembangan ditahun 1995-an dan memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET. Akses internet ini diberikan secara gratis kepada rekan-rekan yang lain khususnya yang berada di PaguyubanNet.

Pada bulan September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena pada saat itu ITB bekerjasama dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps ke negara Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet dan IIX sebesar 2Mbps. Akhirnya ITB menjadi salah satu bagian terpenting dalam jaringan pendidikan di Indonesia yang dinamakan dengan AI3 Indonesia yang bekerjasama dengan lebih dari 25 lembaga pendidikan di Indonesia di tahun 1997-1998-an. Jaringan pendidikan ini bukan hanya monopoli ITB saja, Banyak jaringan pendidikan lainnya yang lebih besar. Di tahun 2006, ada lebih dari 400 sekolah di Indonesia yang tersambung ke internet dan sebagian besar merupakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dibawahi oleh DIKMENJUR (dikmenjur@egroup.com).

 

Referensi:


Nama             : Sarastiani Ratna Adianti
NIM                : 202133165537796
Nama Dosen  : Onno W. Purbo
Prodi               : Human Computer Interaction
Universitas    : Surya University